Penghuni Dunia yang Paling Mulia

Jumat, 08 November 2013

"Orang paling mulia adalah kelompok pemilik harta dan ilmu, lalu mempergunakan harta dan ilmunya di jalan Alloh SWT"
 
Rosululloh SAW dalam sebuah hadistnya yang di riwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad menyebutkan dunia ini dihuni oleh empat golongan manusia:
  1. Seorang hamba diberi Alloh SWT harta kekayaan dan ilmu pengetahuan, lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya, dan melakukan apa yang diwajibkan Alloh atasnya, maka dia berkedudukan paling mulia.
  2. Seorang yang diberi oleh Alloh ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekanya (kelompok 1). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok 1 dan 2) sama-sama berkedudukan paling mulia.
  3. Seorang hamba diberi Alloh harta kekayaan, tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan ber foya-foya tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Alloh SWT, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak mempedulikan hak Alloh SWT. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji.
  4. Seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Alloh SWT, lalu dia berkata "Seandainya aku memiliki harta kekayaan, maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan, dan membabi-buta (kelompok 3)," maka timbangan keduanya sama berkedudukan paling jahat dan keji.

Maka jelaslah menurut hadist diatas orang paling mulia adalah kelompok pemilik harta dan ilmu, lalu mempergunakan harta dan ilmunya di jalan Alloh SWT.
Dan kelompok paling jahat dan keji adalah pemilik harta dan ilmu, namun harta dan ilmunya tidak dipergunakan di jalan Allloh SWT.
Harta dan ilmu yang berkah adalah yang di pergunakan di jalan Alloh SWT, yaitu jalan kebaikan, kebenaran,   menimbulkan manfaat dan maslahat bagi dirinya dan orang lain.
Menurut Imam Nawai asal makna berkah ialah "kebaikan yang banyak dan abadi". Memiliki 2 arti:
 (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah
 (2) kebaikan yang berkesinambungan.
 
Harta atau rezeki yang berkah yaitu harta yang bertambah dan mendatangkan kebaikan didunia dan akhirat. Ada 2 jalan untuk mencapainya, yakni mendapatkannya dengan cara halal, tidak curang, dan dengan membersihkanya dari hak orang lain (mengeluarkan zakatnya) serta mensedekahkan dijalan Alloh SWT. 
Rosululloh bersabda " Bersedekahlah kalian karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak". Maka bersedekahlah kalian, niscaya Alloh SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian (Al-Wasail)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. blovers - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger